Article Index
Serial "QPL"
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
All Pages
DAHSYATNYA QUANTUM POWER
MERUBAH HIDUP SESEORANG

Oleh : Bambang-Sulies

Pengertian Quantum

Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka Sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dalam ilmu fisika quantum, dinyatakan bahwa benda padat jika dibelah menjadi bagaian-bagian yang sangat kecil ternyata  merupakan kumpulan molekul. Selanjutnya jika molekul dibelah lagi menjadi bagian yang terkecil maka akan terbukti bahwa molekul itu tersesusun atas atom-atom dan partikel-partikelnya. Dan ternyata partikel sub atomik yang super kecil itu berasal dari energi alam yang disebut sebagai vibrasi quanta. Benda padat, molekul, atom, dan partikel sub atomik berada pada level yang ”dapat dilihat”, sementara quanta yang terdapat dia alam energi adalah ”vibrasi quantum yang tidak dapat dilihat”. Getaran-getaran energi terhalus dari vibrasi quantum yang tak tampak ini ternyata merupakan bahan dasar penyusun dari semua benda yang tampak wujudnya.

Quanta yang merupakan energi vibrasi adalah bahan baku alam semesta. Mulai dari mikroorganisme, manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, bumi, planet, bintang-bintang, dan seluruh isi alam semesta ini sebetulnya hanyalah merupakan susunan energi quanta. Hal yang sangat menarik dari fisika quantum ini adalah bahwa pada level yang semakin dalam dan halus ukurannya, maka energi yang dikandungnya semakin besar. Energi nuklir yang bersumber dari partikel sub atom (dengan ukuran terkecil), ternyata mempunyai kekuatan berjuta-juta kali dibandingkan dengan energi kimia yang bersumber dari molekul (dengan ukuran lebih besar dari sub atom), sedangkan energi quantum jauh lebih dahsyat kekuatannya dibandingkan energi nuklir sekalipun. Namun kekuatan quantum yang dahsyat ini merupakan kekuatan alam yang belum banyak dimanfaatkan oleh kebanyakan orang.

Jika diurutkan berdasarkan ukuran (dari ukuran yang besar ke ukuran yang makin kecil), maka dimulai dari suatu benda, lalu molekul, lalu atom, lalu partikel sub atomik, lalu quanta dan terakhir energi vibrasi. Benda, molekul, atom, dan partikel sub atomik berturut-turut merupakan getaran vibrasi dari yang paling lambat  hingga semakin tinggi, sedangkan quanta dan energi vibrasi merupakan getaran dengan frekuaensi yang paling tinggi.

Jika alam kehidupan manusia disepadankan dengan alam kenyataan materi (benda), maka tubuh kita mempunyai getaran yang paling lambat, sementara perasaan memiliki energi vibrasi yang paling tinggi di alam semesta Dalam diri manusia,  alam perasaan dan alam pikiran berada pada level yang setara dengan alam quanta dan energi vibrasi. Level energi vibrasi ini adalah level yang memiliki energi yang paling dahsyat. Perasaan adalah aset utama manusia, karena perasaan merupakan bagian terbesar dari alam pikiran (12 % adalah alam pikiran sadar dan 88% adalah alam pikiran bawah sadar atau perasaan). Sedangkan alam perasaan berada pada level energi quanta dengan kekuatan energi yang dahsyat.

Hukum Kekekalan Energi.

Energi merupakan satu konsep penting yang digunakan dalam deskripsi fenomena alam. Suatu benda memiliki energi ketika benda tersebut memiliki kapasitas untuk melakukan kerja. Energi dapat berfungsi dalam berbagai bentuk. Energi dapat berupa gerak, energi panas, energi gravitasi, energi listrik, energi kima dan lain-lain. Apapun bentuknya, energi selalu dapat digunakan untuk melakukan kerja, dan energi total yang terlibat dalam suatu proses selalu kekal. Kekekalan energi merupakan salah satu hukum fisika yang paling mendasar.

Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa "Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Jumlah total energi selalu kekal. Jumlah energi yang dilepaskan sama dengan Jumlah energi yang diterima". Hukum kekekalan energi ini berlaku untuk semua bentuk energi, termasuk energi yang paling mendasar dan dahsyat yaitu energi Quantum. Dan kekekalan energi quantum ini dapat mengubah hidup seseorang karena energi quantum yang dikeluargan oleh seseorang akan sama besarnya dengan energi quantum yang akan diterimanya.

Kualitas hidup seseorang, selain dapat dipengaruhi oleh energi quantumnya juga sangat dipengaruhi oleh hukum relativitas Einstein. Teori relativitas yang dikemukakan oleh Albert Einstain menyatakan bahwa massa benda tak lain sebagai bentuk energi. Energi tidak hanya menempati berbagai bentuk yang telah dikenal dalam fisika klasik, namun bisa pula terkurung dalam massa pada suatu obyek. Menurut Einstain, jumlah energi yang terkurung dalam sebuah partikel sebesar massa partikel dikalikan kuadrat kecepatan cahaya.   E = m C2.



Last Updated ( Tuesday, 20 May 2014 11:35 )