Article Index
Serial "PMK"
Page 2
Page 3
Page 4
All Pages

Asmaul Husna

Pepatah mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Proses tumbuhnya rasa cinta adalah dari perkenalan, lalu pendekatan, dan akhirnya tumbuhlan rasa cinta dan sayang. Demikian pula, agar kita dapat senantiasa mencintai Allah (dan Allah sudah pasti senantiasa mencintai dan menyayangi kita), maka kita harus mengenalNya. Bagaimana cara berkenalan dengan Allah? Bukankah Allah tidak dapat dilihat? Maka kita dapat mengenal Allah melalui segala ciptaanNya dan sifat-sifatNya. Kita yakin bahwa mengenal Allah SWT melalui sifat-sifatNya dalam Asma’ul Husna akan memperdalam rasa iman. Berzikir dan berdo’a dengan menyebut namaNya dalam Asma’ul Husna akan mendekatkan kita kepada cinta dan kasih sayang Allah. Inilah iman kepada Asma/SifatAllah.

“Dan bagi Allah nama-nama yang baik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan nama-nama yang baik itu (Asma’ul Husna)” (QS. Al-A’raaf :180)

Pepatah lain mengatakan bahwa kasih ibu sepanjang masa. Artinya kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya tak dapat diukur, tak kenal waktu dan usia. Darimanakah rasa kasih sayang itu berasal? Bukankah dalam sanubari kita juga ada rasa sayang terhadap orang tua, saudara, teman, bahkan rasa sayang pada hewan piaraan? Selain itu bukankah di lubuk hati kita juga ada rasa ingin jujur, ingin berbuat adil, ingin menolong, ingin jadi orang yang berprestasi, dan perasaan lain yang positip? Dari manakah sumber datangnya perasaan ke dalam sanubari kita?

Sesungguhnya suara hati itu bersumber dari sifat-sifat dalam Asmaul Husna. Setelah Adam diciptakan olleh Allah, seluruh malaikat bersujud. Padahal malaikat terbuat dari cahaya sedangkan Adam dari tanah. Akan tetapi iblis tidak mau bersujud karena dia terbuat dari api dan merasa lebih hebat dibanding Adam. Di sini terdapat dua sudut pandang yang berbeda : Malaikat melihat Allah meniupkan RuhNya kepada Adam. Iblis hanya melihat materi saja, padahal Allah telah memberikan bekal kepada Adam dengan sifat-sifat mulia yang tertulis di dalam hati nurani, sebagai suara hati yang bersumber dari Asmaul Husna, untuk menjadi khalifah di bumi. “Maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya Ruhku, maka hendaklah kamu bersujud kepadanya, lalu seluruh malaikat bersujud kecuali iblis, dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir” (QS. Shaad : 72-74)

Beberapa sifat mulia yang telah tertanam dalam hati nurani (sebagai suara hati-bersumber dari 99 Asma’ul Husna). Inilah jati diri kita yang sesungguhnya!

    • Kasih sayang (Ar Rahmaan - Maha pengasih) (Ar Rahiim – Maha penyayang)
    • Jujur (Al Mukmin - Maha menjaga)
    • Sabar (Ash Shobuur - Maha penyabar)
    • Kreatif (Al Khooliq - Maha pencipta)
    • Memaafkan (Al ‘Afuww – Maha pemaaf)
    • Mengampuni (Al Ghoffaar – Maha pengampun)
    • Tanggung Jawab (Al Wakiil – Maha memikul amanah)
    • Berhati lembut (Al Lathiif – Maha lembut)
    • Mencegah (Al Maani’ – Maha mencegah)
    • Melindungi (Al Waliyy – Maha melindungi)
    • Empati (As Samii’ – Maha mendengar)
    • Menolong (Al Haliim – Maha penyantun)
    • Wawasan luas (Al Wasii’- Maha luas)
    • Cerdas (Ar Rosyid – Maha cerdas)
    • Berterima kasih (As Syakuur – Maha menerima syukur)
    • Bijaksana (Al Hakim – Maha bijaksana)
    • Adil (Al ‘Adl – Maha adil)
    • Memberi manfaat (An Naafi’ – Maha memberi manfaat)
    • Teguh pendirian (Al Matiin – Maha kokoh)
    • Kebersamaan (Al Jaami’ – Maha mengumpulkan)
    • Benar (Al Haqq – Maha benar)
    • Seimbang (Al Muqsith – Maha menyeimbangkan)
    • Cermat (Al Muhshiy – Maha memperhitungkan)
    • Dermawan (Al Barr – Maha dermawan)

”Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama yang baik (Al-Asma’ul Husna)” (QS. Al-Hasyr 59:24)

”Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman; Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Asma’ul Husna”. (QS. Al-Isra’ 7:110)

”Dan bagi Allah nama-nama yang baik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan nama-nama yang baik itu”. (QS. Al-A’raaf 7:180)

”Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. BagiNya nama-nama yang baik (terpuji)” (QS. Thaahaa 20:8)

”Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat....” (QS Al Baqarah 2:186)

Betapa damainya hati, betapa tentramnya jiwa, ketika menyebut Asma Allah (Asmaul Husna). Dengan program QPL, mari hafalkan 99 Asmaul Husna beserta maknanya, hanya dalam 3 x 2 jam, insyaAllah. Selanjutnya hadirkan Asmaul Husna dalam untaian dzikir, dalam lantunan doa, serta dalam bersikap dan berperilaku, sebagai wujud iman kita kepada Allah SWT.

(Bambang-Sulies. E-mail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )