Article Index
Serial "Sains Al-Qur'an"
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
All Pages

FENOMENA ALAM DAN KECERDASAN SPIRITUAL

Oleh : Bambang-Sulies


Kecerdasan Spiritual (SQ).

Menurut Zohar dan Marshall, pakar psikhologi yang mengemukakan tentang formulasi kecerdasan spiritual, mengatakan bahwa SQ adalah kecerdasan tertinggi manusia (the ultimate intelligence), meskipun (menurut pendapat mereka) tidak selalu berkaitan dengan agama.

Kenyataan memang bisa jadi orang yang tidak beragama justru menunjukkan karakter yang baik sebagai cirri-ciri spiritualitas yang tinggi, atau bisa jadi orang yang tidak beragama islam justru aklhaknya lebih islami dari orang lain yang beragama islam. Namun bagi orang yang taat beragama, tentu saja SQ sangat berhubungan erat dengan tingkat pengamalan agamanya. Bagi seorang pemeluk Agama Islam, kecerdasan spiritual sangat dipengaruhi oleh tingkat keimanan dan ketakwaannya. Jika orang yang mengaku beragama islam tidak menunjukkan akhlak islami, berarti kemungkinan orang tersebut belum memahami agamanya, atau sudah paham tetapi belum mengimplementasikan keimanannya.

Implementasi dari keimanan dan ketakwaan akan melahirkan ciri-ciri orang yang mempunyai SQ tinggi. Ciri-ciri orang yang cerdas spiritual sebagaimana dikemukakan oleh Zohar dan Marshall, antara lain kemampuan untuk menghayati nilai dan makna hidup, memiliki kesadaran diri, fleksibel dan adaptif, cenderung untuk memandang sesuatu secara holistik, serta berkecenderungan untuk mencari jawaban-jawaban fundamental atas situasi-situasi hidupnya, dll.

Bagi orang yang taat dalam beragama, maka SQ mencerminkan kecerdasan untuk memaknai hidup, memahami siapa dirinya sehingga tunduk kepada Tuhannya. Orang yang cerdas spiritual (SQ tinggi) selalu mengingat tentang jati dirinya, mempunyai visi jangka panjang berupa kebahagiaan di surga, dan mempunyai misi yang jelas dalam menjalani hidupnya. Bagi seorang muslim, ciri-ciri SQ yang tinggi adalah mempunyai mental Islam yang kuat melalui implementasi 6 rukun Iman 5 rukun Islam Mental dan karakter yang dibangun dengan pondasi Islam akan melahirkan generasi muslim yang berakhlak islami.

Tadabur alam dapat meningkatkan kecerdasan spiritual individu, karena melalui tadabur alam akan menimbulkan kesadaran betapa manusia sangatlah tak berdaya di hadapan Allah Yang Maha Besar, Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Banyak sekali ayat-ayat Allah yang menjelaskan tentang fenomena langit dan bumi, yang semuanya itu tidak bertentangan dengan penemuan para ahli astronomi di abad modern ini.

Penciptaan Langit dan Bumi

Penciptaan langit dan bumi adalah Kalimat Allah. Untuk memahaminya kita perlu menengok waktu kira-kira 2500 tahun yang lalu. Kira-kira pada Tahun 400 SM, seorang ilmuwan bernama Plato berpendapat bahwa bumi itu berbentuk datar. Hal ini dibantah oleh ilmuwan lain bernama Ptolomeus, pada era 140 M, yang mengatakan bahwa bumi itu berbentuk bulat, dan matahari berputar mengelilingi bumi. Pendapat ini bertahan selama 13 abad. Selanjutnya pada Tahun sekitar 1500 M seorang ilmuwan bernama Copernicus membantahnya, dia mengatakan bahwa bukan matahari yang berputar mengelilingi bumi, melainkan bumi berputar mengelilingi matahari. Karena pendapat ini bertentangan dengan dogma penguasa waktu itu, maka Copernicus dihukum mati. Namun pendapat Copernicus ini tetap dipertahankan oleh seorang ilmuwan bernama Galileo Galilei yang akhirnya dihukum dan meninggal dalam penjara pada sekitar Tahun 1600 M.

Saat itu belum ada teori yang mengungkapkan tentang penciptaan alam semesta, hingga pada Tahun 1905, seorang ilmuwan modern bernama Albert Einstein mengemukakan bahwa alam semesta itu statis, tidak menyempit dan tidak meluas, tidak diciptakan dan tidak akan pernah berakhir. Pendapat ini didukung oleh kaum atheis yang tidak percaya adanya Tuhan. Namun pendapat ini batal ketika pada Tahun 1990, teleskop Hubble yang diletakkan di luar angkasa oleh NASA menangkap fenomena alam yang bertolak belakang, bahwa ternyata alam semesta tidaklah statis, tetapi semakin meluas. Berbagai benda langit seperti bintang-bintang, matahari, dan planet-planet sedang bergerak saling menjauh. Penemuan ini selanjutnya dikembangkan dalam teori big bang, yang menyatakan bahwa seluruh alam semesta ini, seluruh langit dan bumi dahulunya (milyaran tahun yang lalu) berimpit sebagai sebuah benda yang bersatu padu, lalu benda dengan kepadatan luar biasa itu mengalami ledakan besar yang sangat dahsyat.

Ledakan besar Big Bang, awal penciptaan alam semesta.

Sumber : www.creationofuniverse.com



Last Updated ( Saturday, 16 October 2010 03:29 )