Article Index
Serial "Sains Al-Qur'an"
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
All Pages

Setelah terjadi ledakan dahsyat (big bang), dalam kurun waktu sekitar 13 milyar tahun terbentuklah matahari-matahari, planet-planet dan bulan seperti yang ada sekarang ini. Diperkirakan usia bumi kita ini sekitar 5 milyar tahun. Kejadian alam yang dibuktikan dengan peralatan serba canggih di abad modern ini, dengan perhitungan matematis yang sangat rumit, ternyata telah disampaikan oleh seorang manusia, seorang Nabi yang Ummi :

“Apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu dahulu adalah sesuatu yang padu, lalu Kami pisahkan keduanya dengan kekuatan, dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tiada juga beriman?”(QS. Al Anbiyya : 30)

Bayangkan ilmu yang ditemukan beberapa tahun yang lalu, di abad modern era 1990an M, telah dikemukakan oleh Nabi Muhammad SAW yang ummi, pada era Tahun 600an M, sekitar 1400 tahun yang lalu. Ketika Rasulullah mengemukakan fenomena alam yang dahsyat itu belum ada sekolah apalagi teknologi modern seperti teleskop Hubble yang sangat canggih saat ini. Jadi mungkinkah ilmu pengetahuan yang dikemukakan Nabi Muhammad SAW itu adalah kalimat Nabi sendiri? Mungkinkah itu kalimat seorang manusia? Kalau bukan kalimat manusia lalu kalimat siapa? Nabi Muhammad SAW juga mengemukakan fakta yang mendukung teori Big Bang di atas:

“Langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya” (QS. Adz-Dzaariyaat : 47)

Sekali lagi, kalimat-kalimat yang sarat dengan ilmu pengetahuan modern yang diucapkan 1400 tahun yang lalu itu kalimat siapa? Mungkinkah itu kalimat manusia yang ummi? Kalu tidak mungkin, lalu kalimat siapa? Itulah Kalimat Allah, yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Itulah Mukjizat Al Qur’an, yang dapat disaksikan oleh manusia sepanjang jaman. Berbeda dengan mukjizat nabi-nabi yang lain, yang hanya dapat disaksikan oleh kaumnya yang hidup pada masa itu. Sekarang ini kita tidak dapat lagi menyaksikan Mukjizat Nabi Musa as ketika tongkatnya membelah lautan, atau mukjizat Nabi Isa as ketika menghidupkan orang mati, atau Mukjizat Nabi Muhammad saw ketika mengeluarkan air dari sela-sela jari tangannya. Namun Mukjizat Nabi Muhammad saw yang berupa Al Qur’an dapat disaksikan sepanjang masa, isinya selalu up to date, tak pernah ketinggalan jaman, sarat dengan berbagai bidang keilmuan, dan dijamin kemurniannya hingga akhir jaman sebagaimana Firman Allah SWT: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an dan Kami benar-benar memeliharanya” (QS. Al-Hir : 9)

Nabi Muhammad saw yang ummi kala itu memang tidak bisa membaca dan menulis, namun demikian manusia yang paling mulia itu memiliki kecerdasan yang luar biasa. Kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual yang begitu sempurna dan seimbang dalam diri Rasulullah itu telah mengantar kesuksesan Nabi Muhammad saw dalam bermacam peranan: sebagai pemimpin spiritual utusan Allah, sebagai pemimpin negara yang adil dan disegani, sebagai panglima perang yang tangguh, dan sekaligus sebagai kepala keluarga yang penuh kasih sayang. Keadaan ummi yang dimiliki Nabi Muhammad saw saat itu memang sebuah rencana cerdas yang dirancang oleh Allah SWT sebagaimana FirmanNya :”Dan kamu (sebelum turun Al Qur”an) tidak bisa membaca kitab apapun dan kamu tidak bisa menulis dengan tangan kananmu. (Sekiranya kamu bisa membaca dan menulis) barang tentu akan sangsi orang-orang yang membantah (tidak membenarkan Al Qur’an)” (QS. Al Ankabut : 48)

Sekiranya Nabi Muhammad saw dapat membaca dan menulis saat turunnya wahyu, barangkali orang-orang kafir akan membantah dan yakin bahwa Al Qur’an itu dibuat atau dikarang oleh Nabi Muhammad saw sendiri. Meskipun keadaan ummi sang nabi sering menuai umpatan kata-kata ”gila” atau ”tidak masuk akal” atau ”ilmu sihir” ketika Nabi yang mulia ini menyampaikan ayat-ayat Al Qur”an yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, tentang fenomena alam semesta, tentang ilmu-ilmu sosial dan ilmu pasti, namun umpatan mereka sekarang justru berbalik menjadi bukti akan kebenaran Al Qur’an setelah ilmu pengetahuan semakin maju.



Last Updated ( Saturday, 16 October 2010 03:29 )