Article Index
Serial "Sains Al-Qur'an"
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
All Pages

Apakah di langit sana hanya ada satu galaksi saja, yaitu Galaksi Bimasakti itu? Ternyata tidak!. Galaksi bimasakti bersama galaksi-galaksi lain (sekitar 100 milyar galaksi lain) membentuk kluster galaksi. Selanjutnya system kluster galaksi yang terdiri atas trilyunan benda-benda angkasa seperti matahari, planet, bulan, meteor, asteroid, dan lai-lain juga berputar (tawaf) mengelilingi pusat galaksi, yang oleh NASA disebut ”Monster Black Hole” karena ukurannya yang jauh lebih besar dibandingkan blask hole dalam galaksi bimasakti. Apakah hanya itu alam smesta ini? Subhanallah, ternyata kluster galaksi yang berisi trilyunan matahari itu tidak hanya satu, tapi masih ada sekitar 100 milyar lagi di sana, dan semuanya berputar (tawaf) mengelilingi pusat yang entah berada di mana karena hingga saat ini belum ada teleskop tercanggih yang berhasil memotretnya. NASA sendiri mengakui bahwa penjelajahan alam semesta hingga sekarang ini kira-kira baru sebesar 3 % dari seluruh alam semesta. Dan itupun masih di langit kesatu, padahal Allah telah menciptakan tujuh langit, seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an :

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah yang tidak seimbang. Lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al Mulk : 3)

Galaksi Bimasakti : Mempunyai sekitar 100 milyar matahari,

semuanya berputar mengelilingi pusat (Black Hole)

Sumber : www.creationofuniverse.com

Jadi dapat dibayangkan betapa luas jagat raya ini!. Di langit Allah ini ada bermilyar-milyar matahari, planet dan bulan, sehingga benda-benda angkasa jumlahnya trilyunan! Dan itu masih di langit kesatu, sedangkan Allah telah menciptakan tujuh langit sebagimana dijelaskan dalam ayat di atas. Dan planet bumi yang kita tempati ini sangatlah kecil di antara benda-benda langit yang berjumlah trilyunan itu, bagaikan sebutir pasir di antara seluruh pasir yang terhampar di seluruh permukaan bumi. Dan disanalah manusia tinggal dengan berbagai kesombongannya. Betapa bumi kita ini sangat rapuh dengan berbagai ancaman bahaya dari luar angkasa maupun dari dalam bumi sendiri, dan kita yang tinggal disana sungguh tidak punya kekuatan apa-apa terhadap kekuasaan Allah Yang Maha Perkasa, pemilik langit dan bumi.

Sebuah penemuan spektakuler di bidang Astronomi yang direkam oleh NASA (Lembaga Astronomi Amerika Serikat) di akhir abad 20 tentang NEBULA juga telah diberitakan dalam Al Qur’an 14 abad yang lalu. NEBULA merupakan kumpulan benda angkasa yang berbentuk seperti bunga mawar merah, yang merupakan cikal bakal terbentuknya planet-planet baru yang akan membentuk galaksi baru. Nebula yang tertangkap oleh kamera candra milik NASA itu tampak sangat indah seperti bunga mawar merah sebagai mana diberitakan dalam Al Qur’an 1400 tahun yang lalu :

“Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan minyak). Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan” (QS. Ar Rahmaan : 37-38)

Cat’s Eye Nebula : Kumpulan benda-benda angkasa bagaikan bunga mawar merah, awan kosmis cikal bakal terbentuknya planet-planet dan galaksi baru.

Sumber : NASA ”Deep Space Explorer”

Meskipun hanya beberapa ayat yang kita kupas dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan, mudah-mudahan hal ini dapat menggugah kita untuk senantiasa mempelajari ayat-ayat Allah yang tersurat dalam Al Qur’an maupun yang tersirat dalam setiap gejala dan kejadian alam. Begitu luas kalimat Allah. Misalnya keseimbangan langit dan bumi di jagat raya ini adalah kalimat Allah, tanaman yang tumbuh dan mati adalah kalimat Allah, jantung kita yang berdenyut adalah kalimat Allah, paru-paru kita yang kembang kempis adalah kalimat Allah, awan yang berjalan dan hujan yang turun dari langit adalah kalimat Allah. Gempa dan gelombang tsunami di Aceh adalah kalimat Allah, sebagai akibat pertemuan dua lempeng bumi yang senantiasa begerak, sebagaimana Firman Allah SWT :

“Dan lihatlah gunung-gunung itu kamu kira mereka diam di tempatnya padahal mereka berjalan sebagaimana jalannya awan. Demikianlah perbuatan Allah yang membuat segala sesuatu dengan kokoh dan Allah Maha Mengetahui segala yang kamu kerjakan” (QS. An Naml :88)

Gunung-gunung senantiasa bergerak di atas lempengan bumi

Sumber : merapi.vsi.esdm.go.id

Menurut para ahli geologi, gunung-gunung itu berjalan bersama lempengan bumi yang menyangga benua, yang bergerak dengan kecepatan 1-12 cm per tahun. Pergerakan dan pertemuan dua lempeng bumi itulah yang menyebabkan terjadinya gempa, dan gempa yang dahsyat di dasar laut dapat disusul dengan gelombang tsunami seperti yang terjadi di Aceh dan pantai Pangandaran. Semua itu adalah kalimat Allah dan seluruh alam semesta ini tunduk pada perintahNya. Kalimat Allah itu tak kan pernah cukup kita tulis dan tak kan pernah tuntas dibahas oleh manusia sebagaimana Firmannya :

“Katakanlah: ‘Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula” (QS. Al-Kahfi : 109)



Last Updated ( Saturday, 16 October 2010 03:29 )