Article Index
TRAINING "QPL" ASMA'UL HUSNA
Page 2
All Pages

MENGHAFAL CEPAT 99 ASMA’UL HUSNA & MAKNANYA DENGAN ”QPL” SUPER MEMORI

Asma'ul Husna

Pepatah mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Proses tumbuhnya rasa cinta adalah dari perkenalan, lalu pendekatan, dan akhirnya tumbuhlan rasa cinta dan sayang. Demikian pula, agar kita dapat senantiasa mencintai Allah (dan Allah sudah pasti senantiasa mencintai dan menyayangi kita), maka kita harus mengenalNya. Bagaimana cara berkenalan dengan Allah? Bukankah Allah tidak dapat dilihat? Maka kita dapat mengenal Allah melalui segala ciptaanNya dan sifat-sifatNya. Kita yakin bahwa mengenal Allah SWT melalui sifat-sifatNya dalam Asma’ul Husna akan memperdalam rasa iman. Berzikir dan berdo’a dengan menyebut namaNya dalam Asma’ul Husna akan mendekatkan kita kepada cinta dan kasih sayang Allah. Inilah iman kepada Asma/SifatAllah.

“Dan bagi Allah nama-nama yang baik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan nama-nama yang baik itu (Asma’ul Husna)” (QS. Al-A’raaf :180)

Pepatah lain mengatakan bahwa kasih ibu sepanjang masa. Artinya kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya tak dapat diukur, tak kenal waktu dan usia. Darimanakah rasa kasih sayang itu berasal? Bukankah dalam sanubari kita juga ada rasa sayang terhadap orang tua, saudara, teman, bahkan rasa sayang pada hewan piaraan? Selain itu bukankah di lubuk hati kita juga ada rasa ingin jujur, ingin berbuat adil, ingin menolong, ingin jadi orang yang berprestasi, dan perasaan lain yang positip? Dari manakah sumber datangnya perasaan ke dalam sanubari kita?

Sesungguhnya suara hati itu bersumber dari sifat-sifat dalam Asma’ul Husna. Setelah Adam diciptakan olleh Allah, seluruh malaikat bersujud. Padahal malaikat terbuat dari cahaya sedangkan Adam dari tanah. Akan tetapi iblis tidak mau bersujud karena dia terbuat dari api dan merasa lebih hebat dibanding Adam. Di sini terdapat dua sudut pandang yang berbeda : Malaikat melihat Allah meniupkan RuhNya kepada Adam. Iblis hanya melihat materi saja, padahal Allah telah memberikan bekal kepada Adam dengan sifat-sifat mulia yang tertulis di dalam hati nurani, suara hati yang bersumber dari Asma’ul Husna, sebagai bekal untuk menjadi khalifah di bumi.

“Maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya dan kutiupkan kepadanya Ruhku, maka hendaklah kamu bersujud kepadanya, lalu seluruh malaikat bersujud kecuali iblis, dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir” (QS. Shaad : 72-74)

Beberapa sifat mulia yang telah tertanam dalam hati nurani kita (sebagai suara hati-bersumber dari 99 Asma’ul Husna). Inilah jati diri kita yang sesungguhnya!

  • Kasih sayang (Ar Rahmaan - Maha pengasih) - (Ar Rahiim – Maha penyayang)
  • Jujur (Al Mukmin - Maha menjaga)
  • Sabar (Ash Shobuur - Maha penyabar)
  • Kreatif (Al Khooliq - Maha pencipta)
  • Memaafkan (Al ‘Afuww – Maha pemaaf)
  • Mengampuni (Al Ghoffaar – Maha pengampun)
  • Tanggung Jawab (Al Wakiil – Maha memikul amanah)
  • Berhati lembut (Al Lathiif – Maha lembut)
  • Mencegah (Al Maani’ – Maha mencegah)
  • Melindungi (Al Waliyy – Maha melindungi)
  • Empati (As Samii’ – Maha mendengar)
  • Menolong (Al Haliim – Maha penyantun)
  • Wawasan luas (Al Wasii’- Maha luas)
  • Cerdas (Ar Rosyid – Maha cerdas)
  • Berterima kasih (As Syakuur – Maha menerima syukur)
  • Bijaksana (Al Hakim – Maha bijaksana) Adil (Al ‘Adl – Maha adil)
  • Memberi manfaat (An Naafi’ – Maha memberi manfaat)
  • Teguh pendirian (Al Matiin – Maha kokoh)
  • Kebersamaan (Al Jaami’ – Maha mengumpulkan)
  • Benar (Al Haqq – Maha benar)
  • Seimbang (Al Muqsith – Maha menyeimbangkan)
  • Cermat (Al Muhshiy – Maha memperhitungkan)
  • Dermawan (Al Barr – Maha dermawan)




Last Updated ( Monday, 27 August 2012 06:19 )